• Sunday, April 05th, 2015

DDL & ERD

1.1 MySQL

Dalam sebuah sistem pengelola sistem basis data atau Data Base Management System(DBMS). DBMS adalah perangkat lunak khusus yang digunakan untuk mengelola basis data.Perangkat lunak yang termasuk DBMS diantaranya meliputi dBase,Microsoft-Access, Oracle Database, dan MySQL. Adapun DBMS yang akan kita gunakan kali ini adalah MySQL. Dengan demikian, secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa MySQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data relasional yang digunakan untuk mengelola atau mengatur database yang memungkinkan user untuk berinteraksi dengan basis data di dalam disk.

 

1.2 DDL

Data Definition Language (DDL) adalah bahasa basis data yang digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, dan menghapus basis data serta objek-objek yang diperlukan, seperti table, view, user, index dan sebagainya. DDL biasa digunakan oleh Data Base Administrator (DBA) dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data

Secara umum, DDL yang digunakan meliputi perintah sebagai berikut:

  1. CREATE : digunakan untuk membuat objek yang baru.
  2. ALTER : digunakan untuk mengubah objek yang sudah ada.
  3. DROP : digunakan untuk menghapus objek yang sudah ada

Cara Membuat perintah DDL

  • Membuat Database

CREATE DATABASE NAMA_DATABASE

  • Membuat Tabel

CREATE TABLE nama_tabel(

nama_field_1 tipe_data,

nama_field_2 tipe_data,

.

.

.

nama_field_n tipe_data

);

  • Primary key, menjadikan field unik, nilainya berbeda dengan yang field

lainya.

  • Auto_increment, menjadikan field terisi otomatis.
  • Not null, menjadikan field harus terisi, tidak boleh kosong.
  • Drop
  • Digunakan untuk menghapus tabel

DROP TABLE nama_tabel.

  • Menghapus Database

DROP DATABASE nama_database.

  • Alter
  • Menambah kolom

ALTER TABLE nama_tabel ADD new_field tipedata

  • Mengubah nama kolom

ALTER TABLE nama_tabel CHANGE field_lama field_baru tipedata

  • Menghapus kolom

ALTER TABLE nama_tabel DROP nama_field

1.3 ERD

ERD (Entity Relationship Diagram) adalah sebuah model konseptualtingkat tinggi dalam perancanganbasis Model data konseptual adalha himpunan konsep yang mendeskripsikan struktur basis data. Modul ER merupakan persepsi kita terhadap dunia nyata sebagai objek dasar yang disebut entitas dan relasi antar entitas – entitasnya .

ERD Dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

  • Entitity

Entitas didefinisikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan

dapat dibedakan dari sesuatu yang lain

  • Atribut

Atribut merupakan karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan

penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.

  • Relasi

Relasi didefinisikan sebagai hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari

himpunan entitas yang berbeda.

 

Data Manipulation Language

2.1 DML

Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa/perintah SQL yang berfungsi untuk memanipulasi data yang ada di dalam basis data(database), dan digunakan untuk mengambil, memasukkan, memodifikasi, bahkan menghapus informasi/isi yang ada didalam database tersebut. Beberapa manfaat atau kegunaan dari DML

diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data (Select)
  • Penyisipan informasi baru ke basis data (Insert)
  • Penghapusan informasi dari basis data (Delete)
  • Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data (Update)

 

2.2 Perintah DML

  • Membuat tabel mahasiswa (dengan nama : mahasiswa)

Ex: create table mahasiswa(

nim varchar(10) primary key,

nama varchar(20) not null,

jk varchar(10) not null,

jurusan varchar(10) not null,

fakultas varchar(10) not null

);

  • Membuat tabel dosen (dengan nama : dosen)

create table dosen(

nip varchar(10) primary key,

nama varchar(20) not null,

alamat varchar(30) not null

);

  • Menampilkan tabel

SELECT *FROM nama_tabel

  • Memasukan isi tabel

INSERT INTO nama_tabel VALUES (‘nilaiField1’, ‘nilaiField2’, ………,

‘nilaiFieldN’);

  • Menghapus kolom

INSERT INTO nama_tabel VALUES (‘nilaiField1’, ‘nilaiField2’, ………,

‘nilaiFieldN’);

 

Aggregasi & Grouping

3.1 Aggregasi

Merupakan fungsi dalam SQL yang berupa matematika sederhana serta digunakan pada bagian SELECT untuk melakukan perhitungan yang menggunakan beberapa data atau nilai.

Beberapa perintah agregasi :

  • select avg(nama_field) from nilai;

untuk menghasilkan nilai rata-rata sekelompok nilai dari sebuah kolom numerik

  • select count(nama_field) from dosen;

menhasilkan nilai jumlah data (baris/record) dari sekelompok data tabel maupun view

  • select max(nama_field) from nilai;

mencari nilai tertinggi

  • select min(nama_field;

mencari nilai terendah

  • select sum(nama_field) from mahasiswa;

mencari jumlah

  • select round(nama_field,jumlah_desimal) from nilai;

melengkapi bidang numerik dengan jumlah desimal yang ditentukan.

  • select var_pop(nama_field) from nilai;

menghasilkan nilai standart varian populasi

 

3.2 Grouping

Merupakan fungsi dalam SQL yang digunakan untuk mengelompokan suatu data tabel berdasarkan field yang diperlukan pada tabel tersebut.

  • Order by

SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY nama_field;

  • Group by

SELECT * FROM nama_tabel GROUP BY nama_field;

  • Having

SELECT atribut FROM nama_tabel GROUP BY atribut HAVING fungsi_agregasi;

  • View

CREATE VIEW nama_view AS<QUERY>

 

• Wednesday, March 25th, 2015

Bagaimana sih cara mengukur komponen elektronika yang baik?. Setiap komponen memilik cara pengukuran yang berbeda-beda. Komponen elektronika itu diantaranya seperti Dioada, Reristor,Kapasitor dan Transistor. Semuanya itu dapat diukur dengan satu alat yaitu AVO Meter. AVO Meter itu ada dua yaitu yang digital dan analog namun keduanya hampir sama cara penggunaannya.

Dari yang saya pelajari , saya akan berbagi sedikit ilmu bagaimana sih cara mengukur komponen elektronika yang disebutkan diatas dengan menggunakan AVO Meter.

Pertama mulai dari Dioda. Dioda memiliki satuan ampere. posisikan switch pada 1K(Ω) lalu hubungkan  probe berwarna merah ke katoda dan probe berwarna hitam ke anoda. Untuk mengetahui mana yang katoda dan anode cukup lihat lingkaran warna putih pada dioda. Jarak terdekat dari lingkaran tersebut merupakan katado. Lalu  lihat berapa angka yang muncul pada AVO Meter tersebut.

Kedua mengukur resistor.  Dalam mengukur resitor kita dapat menggunakan fungsi ohm meter pada AVO Meter.pertama gunakan batas ukur 100x lalu tempelkan dekua probe pada resistor. karena resistor merupakan komponen pasif arahnya tidak mempengaruhi mau dibalik atau tidak sama saja.  lalu lihat berapa angka yang muncul kalau  tidak muncul turunkan menjadi 10x.

Ketiga memngukur kapasitor . Atur posisi skala Selektor ke Ohm (Ω) dengan skala x1K . lalu hubungkan  Probe Merah (Positif ) Kapasitor Positif dan Hubungkan Probe Hitam (Negatif) ke  Kapasitor Negatif. lalu lihat jarum menunjukan anka berapa.

Keempat menggukur transistor. Transistor merupakan salah satu komponen aktif. cara mengukur dengan AVO Meter analog hampir sama dengan lainnya yaitu Atur Posisi Saklar pada Posisi  (Ω) x1k atau x10k lalu hubungkan Probe Merah pada Terminal Basis  dan Probe Hitam pada Terminal Emitor  Jika jarum bergerak ke kanan .

Sekian dari saya semoga apa yang saya bagi bisa bermanfaat.

 

• Tuesday, March 10th, 2015

Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Bateray dalam Senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.

Contoh :

Pada rangkaian seri berlaku

Vab       =V1 + v2 +v3

R_seri  = R1 + R2 + R3 +….+Rn

 

Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya

Contoh :

Pada rangkaian paralel berlaku

V = V1 = V2 = V3

1/R_Paralel = 1/r1+1/r2+..+1rn

Rumus umum

v = i.r

v = Tegangan (Volt)

i= Kuat arus (Ampere)

r= Hambatan (Ohm)

Komponen Pasif dan Aktif  dalam elektronika

Terdapat beberapa macam, berdasarkan cara dan sistem kerjanya komponen elektronika dibagi manjadi dua macam yaitu komponen pasif dan aktif. Komponen aktif adalah komponen  yang dapat beroperasi jika mendapatkan suntikan arus atau tegangan listrik, sedangkan komponen pasif adalah komponen walaupun tidak diberi arus atau tegangan listrik komponen ini tetap dapat bekerja dan beroperasi dengan baik.

Komponen aktif

1) Transistor merupakan komponen elektronika dengan 3 elektrode yang berfungsi sebagai penguat atau saklar. Jika sebagai penguat maka transistor dapat menguatkan sinyal listrik. Dalam hal ini inputnya dimasukkan ke titik B dan outputnya diambil dari titik A.

transistor

2) Dioda adalah komponen elektronika dengan dua elektrode, yang dapat dipakai untuk menyearahkan sinyal listrik, sehingga termasuk komponen aktif.

3)LED adalah komponen elektronika dengan dua elektrode, yang dapat dipakai untuk menyearahkan sinyal listrik, sehingga termasuk komponen aktif.

Komponen pasif

1) Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi membatasi atau menghambat arus listrik. Karena tidak dapat menguatkan sinyal maka resistor termasuk komponen pasif.

2) Kapasitor adalah merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan medan listrik, dapat juga berfungsi untuk memblokir arus DC dan meneruskan arus AC. Karena tidak dapat menguatkan, menyearahkan dan mengubah suatu energi ke bentuk lainnya, maka kapasitor termasuk komponen pasif.

3) Induktor adalah termasuk komponen pasif karena tidak dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal maupun mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. Bagi arus DC induktor bersifat mengalirkannya tetapi bagi arus AC induktor bersifat menghambat.

Menghitung nilai Resistor

Bagaimana sih menghitung nilai hambatan pada sebuah resistor. Nah kali inni saya akan menjelaskan contoh bagaimana cara menghitung nilai hambatannya.

Saya akan menjelaskan contoh resiritor dibawah ini:

Pada warna pertama menunjukan nilai puluhan, warna kedua menunjukan satuan warna ketiga pengal dan warna ke empat sebagai toleransi

Gelang pertama  = Coklat

Gelang kedua      = hitam

Gelang ketiga      = oranye

Gelang keempat = perak

R= (10 + 5 )* 10^3

  = 15*10^3

jadi hambatan tersebut sebesar 15.000 ohm dengan toleransi 10%

Sumber =

http://id.wikipedia.org/wiki/Rangkaian_seri_dan_paralel
http://rosytaelf.blogspot.com/2013/10/rangkaian-komponen-listrik.html
http://hanada-setia.blogspot.com/2013/11/komponen-pasif-dan-aktif-elektronika.html
http://agusmunir.mywapblog.com/komponen-aktif-dan-komponen-pasif-elektr.xhtml

• Monday, March 09th, 2015

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Category: Uncategorized  | One Comment